SEKTOR 22 : DANSUBSEKTOR 13/22 TURUNI SUNGAI CITEPUS BEBASKAN SAMPAH 

Bandung1.com/Bandung –  Musim hujan sangat berpengaruh pada kebersihan sungai karena sampah rumah tangga dan industri dari tempat pembuangan sampah dan tercecernya didarat bisa terbawa arus air hujan ke sungai.

Tumpukan sampah yang terbawa arus air hujan maka akan mengakibatkan banjir karena tersendatnya arus air sehingga luber kemana-mana tak berarah dan ini akan merugikan pada lingkungan dan masyarakatnya.

Subsektor 13/22 Citarum melihat gejala ini atas instruksi Komandan SekSek 22 Citarum (Kol. Inf. Asep Rahman Taufik) supaya meningkatkan kewaspadaan dalam pemantauan sungai diwilayahnya.

Dansubsektor 13/22 (Serka Andrian) langsung gerak mengadakan Karya Bakti pembersihan sungai Citepus, di Wilayah RW 06 Kelurahan Mekarwangi Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung, Jumat (29-03-2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Satgas Citarum Harum sektor 22 Subsektor 13, Kasi Ekbang Kelurahan Mekarwangi (Bpk Yudi), Linmas Kelurahan Mekarwangi dan Gober.

Dansubsektor 13/22 (Serka Andrian) menyampaikan pada awak media, “Atas arahan Komandan Sektor 22 Citarum (Kol. Inf. Asep Rahman Taufik), kami lakukan giat karya bakti ini dengan  Sasaran kegiatan adalah sampah yang menumpuk dibawah jembatan sungai Citepus Wil RW 06 Kel. Mekarwangi akibat dari hujan deras kemarin malam” jelasnya.

“Tujuannya dari giat ini adalah tidak lain untuk melancarkan kembali aliran Sungai Citepus guna mengurangi akibat yang lebih besar, hingga hasil sampah yang terangkat mencapai sekitar +- 120 Kg.” Imbuh Andrian.

Karya bakti yang dilakukan Satgas Citarum Subsektor 13/22 merupakan bukan yang pertamakali apalagi musim hujan sampah sungai akan tiba-tiba meluap, maka dari pihak pemerintah yaitu Kelurahan Mekarwangi pun tidak diam, dengan mengerahkan pasukan Gober untuk membantu satgas citarum.

Yudi (Kasi Ekbang Kel. Mekarwangi) mengatakan, “Alhamdulillah walaupun musim hujan dan rawan banjir saat ini di Kota Bandung ada Satgas Citarum Harum sehingga pengawasan sungai dan lingkungan bisa terjaga” ucap Yudi.

“Maka monitoring masalah sungai dan lingkungan terus terpantau, baik dalam kebersihannya maupun hal lain, seperti ada Keermeer yang longsor maka kami dari pihak kelurahan bisa mengetahuinya, dan selama ini sejak adanya Satgas Citarum Harum kami merasa terbantu” Imbuh Yudi. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *