DANSEKTOR 22 CITARUM TELISIK SEPTICK TANK KOMUNAL DAN SAMPAH SUNGAI DAN LINGKUNGAN DI KOTA BANDUNG HINGGA LEMBANG

Bandung1.Com/LEMBANG, – Sektor 22 Citarum Harum dalam penegakkan  program ciatrum harum terus menilisik penertiban dan pembersihan sungai di wilayahnya dari Kota Bandung hingga Kota Lembang, dalam upaya mengimplementasikan fasilitas edukasi terhadap masyarakat maupun pemerintahan.

Dalam upaya tersebut Komandan Sektor 22 Citarum, Kol. Inf. Asep Rahman Taufik, bergerilya ke tiap anak cucu dan cicit sungai, selama kebelakang ini disinyalir tidak ada perhatian pemerintah sehingga pencemaran sungai dan lingkungan ada pembiaran.

Hadir pada kesempatan itu, Katiah (Ketua LPPM UPI), Hj. Ayi (Kades Kayu Ambon), Kasi Ekbang Kec. Sukasari, H. Iwan Duren dan beberapa tokoh, Taufik Akbar (ITB), Sabtu (13/04/2019)

Kol. Inf. Asep Rahman Taufik (Dansektor 22), melakukan gebrakan dengan bersosialisasi pada pemerintah untuk melakukan tindakan penyelamatan sungai dan lingkungan supaya terpeliharanya kebersihan, sehingga bisa merubah mindset dan paradigma masyarakat yang selama ini ada dalam keterpurukan.

“Upaya kami dalam menyelamatkan sungai dan lingkungan terus bersosialisasi dengan para pihak utamanya pemerintah, sehingga menghasilkan beberapa pembangunan, diantaranya TPS3R, Septick Tank Komunal, penertiban IPAL Pabrik dan Incenerator yaitu tempat pengolahan pembakaran sampah, yang mana hasil pembakaran tersebut bisa mengurangi volusi maupun pencemaran lingkungan utamanya sungai” Tegas Dansektor 22 Citarum.

“Di Kota Bandung, kami sudah membuat sebanyak 36 Septick Tank Komunal, yang bisa menyiasati pembuangan tinja masyarakat yang belum memiliki jamban sehat, sehingga pencemaran ekoli ke sungai bisa dihentikan, bahkan masyarakatpun bisa menikmati kenyamanan utamanya bidang kesehatan keliarga dan lingkungan” Imbuhnya.

Kunjungan ke Kota Lembang, Dansektor 22 (Kol. Inf. A. Rahman Taufik) melakukan tinjauan pembuatan Incenerator (Olah Pembakaran Sampah) di Desa Gudang Kahuripan dan Desa Kayu Ambon.

Perbedaan Incenerator Gudang Kahuripan dengan Incenerator Kayu Ambon adalah, Kafasitasnya, kalo Gudang Kahuripan mempunyai 1 Ton/jam, dan Kayu Ambon 600 Kg/jam, yang di Gudang Kahuripan produk dari ITB dan yang di Kayu Ambon produk dari UPI.

Ketua LPPM Petahelik UPI (Kati’ah), menyampaikan pada awak media, ” mengatakan insenerator hasil dari penelitian mahasiswa UPI. Karena Dansektor 22 Citarum ini proaktif dan diperuntukan untuk warga kayu Ambon yang mampu membakar sampah kering 1 Ton/jam dan sampah basah sekitar 600kg/jam. (Denny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *