Dalam Acara Buka Bareng Kelompak Delapan, Dansektor 22 Ajak Jurnalist Citarum Turut Sukseskan Program Citarum Harum

Bandung1.com/BANDUNG – Jalin kebersamaan dengan Satgas Sektor 22 Citarum Harum, Dansektor 22 ajak wartawan buka bersama (Bukber) di Kedai Sate Haris Bandung. Jumat (25-05-2019)

Acara ini di hadiri oleh kelompok delapan (Tim Jurnalist Sektor 22) dan Komandan Sektor 22 Citarum.

Kebersamaan dalam menegakkan Peraturan Presiden No. 15 Tahun 2018 tentang percepatan revitalisasi sungai citarum, Komandan Sektor 22 Citarum (Kol. Inf. Asep Rahman Taufik) sangat memperhatikan tim jurnalisnya dalam mengekspos kinerja penertiban sungai dan lingkungan hidup di wilayah kerjanya, yaitu seluruh Kota Bandung, Kecamatan Cimenyan (Kab. Bandung) dan Kota Lembang (KBB).

Masalah yang kompleks terdapat di Kota Bandung sangat lengkap terutama pencemaran Sungai Cikapundung, Sungai Cibeureum, Sungai Cinambo,  Sungai Cipamokolan dan beberapa anak sungai lainnya dari maslah Tinja, kotoran hewan,  sampah domestik, sampah industri dan limbah kimia yang masih masif mewarnai pencemaran di sungai-sungai dan lingkungan hidup lainnya, maka lebih tepatnya di Sektor 22 merupakan miniatur dari sungai citarum.

Kol. Inf. Asep Rahman Taufik menyampaikan, “Dalam kinerja sektor citarum jelas tidak luput dari ekspos media, baik media online, cetak maupun elektronik (TV dan Radio)” jelasnya.

“Permasalahan yang kongkrit dan dominan di Kota Bandung adalah masalah sampah domestik, sampah industri, kotoran hewan dan tinja, sehingga hal ini merupakan kinerja harian dari sektor 22 disamping limbah kimia pabrik” Imbuh Dansektor

“Kelompok Delapan (Sebutan Jurnalis yang tergabung di sektor 22) diharap bukan cuman meliput kegiatan saja, namun harus bisa mencari solusi dalam permasalahan edukasi dan pendekatan pada para pihak terutama pada stake holders maupun pemerintah dalam penanganan sampah dan limbah lainnya” Harap Dansektor

“Di Kota Bandung masih membutuhkan banyak Ipal Tinja Komunal, Incenerator dan penghijauan, yang membuat polemik berat pada sungai, padahal anggaran kewilayahan tiap RW sangat memadai di PIPPK” Ucapnya.

“Dengan biaya yang ada tersebut permaslahan limbah di Kota Bandung dengan target 6 Tahun akan tuntas kalo Pemkot Bandung serius menanganinya dan kami siap bereskan di lapangan” pungkas Dansektor 22.

Menanggapi hal diatas Ketua Jurnalis Peduli Citarum Harum (Zhovena,  ST) mengatakan,  “Wartawan bukan hanya menulis tetapi bisa membantu untuk mewujudkan kemajuan daerah, termasuk ikut berperan dalam suksesi Program Citarum Harum” Ucapnya.

“Dengan melakukan pendekatan pada Pemerintah dan Stake holders untuk memecahkan solusi tragedi pencemaran sungai dan lingkungan hidup maka wartawanpun dibutuhkan kinerja yang ekstra, soalnya kasus ini sudah luar biasa parah, dan ini perlu adanya kebersamaan antara satgas citarum, para jurnalis, pemerintah dan dukungan masyrakat, hal ini bisa dijalankan oleh tim jurnalis dalam melakukan investigasi untuk membantu menegakkan ketertiban para pelaku industri dan masyarakat” katanya.

Dalam pembahasan suksesi program citarum harum antara Kelompok Delapan bersama Dansektor 22, sepakat akan mewujudkan program selama 6 tahun kedepan, dengan target, Pemerintah, masyarakat, pelaku industri, Rumah Sakit (Penghasil Limbah B3), Hotel (Pembuang limbah e-Colly dan Domestik), Rumah makan (Limbah Lemak Tinggi dan Domestik) dan yang lainnya sebagai sumber pencemaran sungai dan lingkungan.  (Eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *